KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru


0
15 shares
KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru
KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru
KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru
KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru

KKN DI Desa Penari,
“Ya kan, Urusan percaya dan tidak percaya, semua kembali kepada yg membaca, karena saya gak bisa memakasakan kehendak semua orang kan.”

KoranViral – Kisah horor berjudul KKN di Desa Penari seketika viral dan menduduki trending topic kupasan warganet di linimasa media sosial sampai Jumat (30/8/2019) siang.

Berbagai spekulasi soal kenyataan dan data, baik bersangkutan lokasi maupun figur dalam kisah tersebut beredar dalam sekian banyak versi sejak kisah itu diceritakan di akun Simple Man @SimpleM81378523 semenjak 24 Juni 2019.

Sebelumnya, Simple Man pernah menyerahkan klarifikasi bersangkutan kisah KKN di Desa Penari melewati linimasa Twitter. Berikut Klarifikasinya:

“Foto ini ialah foto rowo bayu yang sebetulnya bukan lokasi yg saya ceritakan. bukan.

potret ini saya ambil dari google atas saran responden yg hendak menggambarkan Petilasan yg beliau ceritakan yg serupa rowo bayu ini, sebab narsum pernah pun ketempat ini.

Meski tadinya beliau keberatan, sesudah saya bujuk kesudahannya beliau mau. setelah tersebut beliau mulai cerita.

kemudian saya utarakan, apakah ini boleh atau tidak saya publikasikan dalam format narasi kisah tanpa meminimalisir pengalaman beliau,

semacam mengisahkan ulang seluruh kejadian.

Syukurlah, beliau mau, jadi bila ada yg menuliskan ini fiktif atau fiksi, saya gak bakal marah, sebab dalam penceritaan ulang ini, saya merubah tidak sedikit elemen, seperti,

dalam pengamalan KKN ini seharusnya terdapat 14 orang, dimana 6 diantaranya ialah perempuan dan sisanya ialah laki.

Lalu, formalitas pelaksanaan KKN, mengapa seakan kok ngaco, well, saya sempat mempertanyakan ini,

jawaban beliau, simple, KKN ini ialah KKN profesi. hingga disini, saya tidak tanya-tanya lagi.

Klarifikasi dari Penulis Cerita

Kedua, saat kisah ini kesatu kali saya posting, saya menulis tidak sedikit sekali informasi lokasi pelaksanaan, meski urusan tersebut sudah saya sensor sedemikian rupa dan pasti saja ada sejumlah bagian yg sengaja saya bikin salah,

meskipun saya tahu, akan tidak sedikit sekali orang yg penasaran.

Orang2 mulai menjadi detektif dadakan, oke, ini kekeliruan saya yg barangkali sangat fatal,

dimana saya salah menanggapi narasumber, bahwa kesemuanya bila perlu, disamarkan saja, atau tidak usah ditulis guna menghindari hal-hal yg tidak diinginkan.

Malah, tadinya narasumber berpesan, kisah ini tidak usah dipublikasikan saja, dan guna pembelajaran pribadi,

semacam pengingat bahwa dimanapun saya berada, tolong,

junjung tinggi tata krama, tapi, saya ngeyel, saya berpikir, pesan beliau ini mengapa tidak dikatakan ke khalayak.

Karena toh ada latihan yg dapat diambil dari kisah ini. itu, yg menciptakan saya tetap nekat meminta ijin supaya cerita ini tetap diterbitkan tanpa keinginan kisah ini bakal menjadi viral.

serius, saya gak mikir ini sebelumnya.

Disini, saya tidak sedikit sekali menyimak komentar yg merujuk pada lokasi, minta maaf, saya telah susah mencoba menciptakan semuanya samar,

lantas tetap saja dipublikasikan rujukan tempatnya, ya sudah, saya yg salah juga, saya lupa, bila seluruh sudah dibuang ke ranah publik.

Maka telah bukan menjadi hak kepunyaan saya lagi, sudah tidak sedikit ratusan atau ribuan kepala yg akan mengupayakan memecahkan rujukan lokasi ini,

KKN di Desa Penari

dari sekian komentar, terdapat yg ngawur, terdapat yg asal ngomong, terdapat yg mendekati dan bahkan, terdapat yg benar-benar tepat lokasinya.

Tetapi, saya tidak akan menuliskan ini lebih jauh atau merombak tempatnya. jadi bikin yg barangkali merasa telah tahu, sudah,

diam saja ya, kita dapat saling memuliakan kan laksana saya memuliakan warga desa disana yg saya yakin, semuanya orang baik.

Terakhir, saya telah baca tidak sedikit sekali pelbagai komentar dan argument tentang kisah ini di luar platform twitter, aduh,

saya tidak menduga sebelumnya andai ini malah jadi ajang bikin berantem demi argument masing-masing, saya jadi merasa tidak enak.

Cerita yang tadinya saya tulis supaya bisa mendapat kandungan latihan didalamnya justeru jadi ajang debad dan baku hantam di komentar.

Saya bikin akun ini tadinya untuk mengisahkan pengalaman-pengalaman saya yang bersinggungan dengan hal-hal yg diluar nalar ketika masih kecil,

kemudian, lanjut, dengan mengisahkan pengalaman teman-teman dekat hingga orang yg saya kenal. seluruh itu, murni melulu untuk berbagi.

Namun, bila disalah artikan laksana ini, saya jadi ikut merasa sedih. barangkali saya yg kurang dapat menyampaikan poin kandungan ceritanya, jadi tolong diampuni ya.

KKN di Desa Penari

KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru
KKN di Desa Penari, Klarifikasi Penulis Terbaru

Jadi bakal saya tegaskan lagi, guna siapapun yg menyimak ini, seluruh yg saya tulis disini,

yg bukan berasal dari empiris saya, ialah penceritaan ulang supaya pembaca dapat menikmati dan tahu apa yg beliau alami, dari, apa yg saya dengar ketika narsum bercerita.

Kemudian andai ini dikatakan fiktif atau semacamnya, saya lebih suka seperti tersebut dan barangkali lebih baik seperti tersebut saja, biar saya dapat lebih bebas dalam mencatat wes, gitu saja. Hehe.

Untuk yg membagi-bagikan kisah ini diluar platform twitter, saya tidak marah, sebaliknya,

saya malah seneng, berterimakasih malah, sebab pesan yg saya coba ucapkan lewat kisah ini dapat sampai, dibaca dan disaksikan lebih tidak sedikit orang.

Toh dalil kesatu saya angkat kisah ini sebab ada hikmah yg dapat menjadi pelajaran untuk semua orang. Ya kan, Urusan percaya dan tidak percaya, semua berpulang pada yg membaca, sebab saya gak dapat memakasakan kehendak seluruh orang kan.

Untuk yg menyebarkan potret ngawur diluar sana, tolonglah, jangan!! toh potret yg kalian sebar tidak terdapat hubungannya sama kisah ini, saya benar-benar merasa tidak enak, dimana bila saya ketemu beliau jadi tidak nyaman. Mohon kebijaksanaannya ya kawan-kawan semua.

KunJungi Juga Media Sosial Kami

W W W . K O R A N V I R A L . C O M

Facebook : Beauty Girls

Unik

Tips & Trik

Viral

Kesehatan


Like it? Share with your friends!

0
15 shares
KVAdmin

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *